Iklan Billboard 970x250

5 Teknologi yang Bisa Menanggulangi Banjir

Iklan 728x90

5 Teknologi yang Bisa Menanggulangi Banjir


Seperti yang sudah kita ketahui banjir menjadi fenomena tahunan yang selalu melanda ibukota dan sejumlah daerah lainnya di musim hujan. Akibatnya, sebagian wilayah tersebut tergenang air dan aktivias sehari-hari menjadi lumpuh. Bahkan sejak zaman dahulu hingga saat ini, telah banyak cara yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi bencana tahunan ini. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mulai mengaplikasikan teknologi yang bisa menanggulangi banjir.
Di beberapa negara di dunia pun sudah mulai menerapkan teknologi yang bisa menanggulangi masalah tersebut. Masalah banjir memang tidak dapat dihindari, namun dengan adanya teknologi tersebut setidaknya dapat membantu untuk mengontrol banjir agar tidak merugikan masyarakat. Nah, penasaran kan dengan teknologi apa saja yang digunakan? Berikut ini adalah ulasannya yang perlu Anda simak.

Teknologi yang Bisa Menanggulangi Banjir

Berikut ini merupakan beberapa teknologi yang bisa menanggulangi banjir, antara lain :
1. Bendungan 
Teknologi yang bisa menanggulangi banjir yang pertama adalah Bendungan. Bendungan merupakan bangunan yang dibuat khusus untuk menahan laju air, yang dapat dijadikan danau, atau waduk dan memiliki kegunaan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan juga tempat rekreasi. Bangunan ini memiliki bagian pintu air yang berfungsi  untuk membuang air yang tidak diinginkan secara berkelanjutan atau bertahap.
Bendungan juga bisa digunakan untuk mengurangi debit air yang mengalir melalui sungai. Banjir pun dapat dihambat dengan pembangunan bendungan yang bisa menanggulangi air berlebih ketika musim hujan. Ada beberapa bendungan di dunia yang sukses diterapkan untuk masalah ini, misalnya seperti Bendungan Seven Oaks dan Bendungan Mount Morris di Amerika Serikat.
2. Pembatas Perimeter Sementara
Pembatas perimeter sementara adalah cara menggunakan air untuk mengendalikan atau mengontrol banjir. Teknologi yang bisa menanggulangi banjir ini ditemukan pada tahun 1988. Cara kerja dari penemuan ini yaitu dengan memasang tembok menggunakan dua tabung karet yang terhubung oleh satu tabung yang ukurannya lebih besar. Tabung ini nantinya diisi air sehingga ketika banjir datang tetap kuat dan tidak akan goyah. 
Selain itu, cara ini mampu mengendalikan atau mengontrol 75 persen perimeter dari ketinggian air. Bahkan  di tahun 2011, dengan pembatas perimeter sementara sukses untuk menanggulangi banjir yang terjadi di Sungai Missouri loh. Tentunya sangat hebat bukan?
3. Melakukan Pengelolaan Sungai 
Melakukan pengelolaan sungai dengan mengaplikasikan teknologi yang dapat menanggulangi banjir memang sangat penting untuk dilakukan. Di beberapa negara di dunia, sungai yang rawan banjir biasanya akan dibangun waduk, tanggul, pematang, dan bendungan yang akan membantu mencegah luapan air sungai ketika musim hujan. Jika cara tersebut tidak efektif atau tidak berhasil, maka cara lain yang dilakukan yaitu dengan membangun tembok di sekeliling bantaran sungai.
Selain itu, kesadaran masyarakat yang tinggal di daerah sekitar sungai pun sangat diperlukan. Hal kecil yang dilakukan seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak membangun bangunan di sekitar sungai, dan lain sebagainya bisa sangat membantu dalam menanggulangi banjir. 
4. Self-closing flood barrier 
Self-closing flood barrier ini merupakan teknologi yang bisa menanggulangi banjir, dimana memang di desain untuk melindungi bangunan dan orang dari banjir yang disebabkan oleh angin topan, hujan deras, atau salju yang meleleh terlalu cepat. Cara kerja teknologi ini yaitu dengan cara membangun sebuah tembok yang mengelilingi bangunan. Tembok ini secara otomatis bisa naik dan turun sesuai dengan tingkat air yang ada.
Self-closing flood barrier ini sukses diterapkan di beberapa negara seperti Italia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Belgia, Irlandia, Thailand, Inggris Raya, Vietnam, dan Russia. Namun, cara ini bisa dibilang cukup mahal karena menerapkan sistem otomatis dan tidak bisa diaplikasikan dalam skala besar.

 
5. Pengelolaan Pantai 
Selain disebabkan oleh air sungai yang meluap, banjir juga dapat terjadi karena air laut yang pasang. Untuk itu, teknologi yang bisa menanggulangi banjir sangat diperlukan dengan melakukan pengelolaan pantai. Sistem pertahanan banjir ini pun dibangun mulai dari garis pantai. Ada banyak negara yang mulai memperkuat pantai dengan bakau, memasang tembok laut atau bahkan membangun pulau pelindung. 
Negara yang menerapkan cara-cara di atas ialah Amerika dan Eropa. Tujuan dari teknologi tersebut adalah agar daratan tidak terkikis terus menerus oleh air laut. Hal ini karena jika daratan terus terkikis, maka air laut yang pasang akan mudah naik sehingga akan menyebabkan banjir.

Itulah tadi beberapa teknologi yang bisa menanggulangi banjir dan berhasil diterapkan di berbagai negara di dunia. Meski sudah ada teknologi, namun kita sebagai masyarakat seharusnya ikut membantu melakukan tindakan pencegahan banjir, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir. Lalu, tindakan pencegahan apa sajakah yang harus dilakukan?

Pertama, yaitu dengan membuang sampah pada tempatnya. Cara ini memang dikenal sebagai yang paling sederhana dan mudah untuk dilakukan dalam upaya pencegahan banjir. Kesadaran masyarakat  dan konsistensi untuk tidak membuang sampah sembarangan pun sangat diperlukan, agar nantinya dapat menghasilkan perubahan yang begitu besar bagi lingkungan. Selain itu, melakukan pengolahan sampah menjadi pupuk organik atau mendaur ulang menjadi kerajinan tangan yang bernilai jual pun bisa dilakukan.
Kedua, yaitu membuat saluran air yang baik. Meskipun teknologi yang bisa menanggulangi banjir sudah banyak diterapkan, saluran air yang baik juga dapat membantu upaya pencegahan banjir. Banjir dapat dicegah dengan adanya sistem irigasi yang baik dan pembuangan air yang jelas, dimana saluran air yang baik nantinya akan bermuara ke sungai besar yang akan bermuara di laut. Namun, sistem yang diterapkan di Jepang ini tidak banyak dilirik karena membutuhkan biaya yang mahal serta rancangan infrastruktur yang ada harus matang. 
Ketiga, menanam pohon di sekitar rumah. Cara yang satu ini mungkin dianggap sepele namun dengan menanam pohon ini dapat membantu mencegah banjir. Hal ini karena akar-akar pohon dapat menyerap dan menyimpan air di dalamnya. Jadi ketika hujan turun, air akan terserap ke dalam tanah dan menyimpannya sehingga tidak terjadi banjir. Selain itu, pohon akan membantu memberikan cadangan air ketika musim kemarau sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan air.
Selanjutnya, yaitu dengan mendirikan konstruksi atau bangunan pencegah banjir. Mendirikan bangunan atau konstruksi ini dapat difungsikan sebagai teknologi yang bisa menanggulangi banjir. Bangunan ini misalnya adalah bendungan, dimana dapat menampung air dengan jumlah yang sangat besar. Lalu, fungsinya juga bisa digunakan sebagai irigasi atau pengairan, tempat wisata dan tentunya mampu mencegah terjadinya banjir.
Terakhir, membuat sumur resapan. Salah satu teknologi yang bisa menanggulangi banjir adalah sumur resapan, dimana berfungsi untuk menampung air hujan dan meresapkannya ke dalam tanah serta mengembalikan lagi ke siklus air yang semestinya. Cara kerjanya adalah dengan menggali tanah sampai maksimal dua meter di bawah permukaan air tanah atau hingga tanah berpasir. Sumur resapan ini dikenal efektif untuk mencegah terjadinya banjir.
Demikian ulasan mengenai teknologi yang bisa menanggulangi banjir. Agar tidak terjadi banjir sebaiknya perlu dilakukan tindakan pencegahan banjir, meski dimulai dari hal yang kecil nantinya pasti akan bermanfaat di masa depan.  www.masprasis.me 
Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post