Iklan Billboard 970x250

Mengapa Pemerintahan Jaman Jokowi berhutang?

Iklan 728x90

Mengapa Pemerintahan Jaman Jokowi berhutang?

Mengapa Jokowi berhutang?

“ Mengapa Jokowi terus berhutang? Lama lama negara kita tergadaikan. Lagian apa hebatnya kalau membangun dari hasil utangan. “ Kata nitizen kepada saya lewat messenger. Kamu harus tahu bahwa ketika Jokowi pertama kali masuk istana, dia mewarisi utang era presiden sebelumnya sebesar USD 276 miliar atau kurang lebih Rp. 3.868 Triliun. Itu merupakan akumulasi hutang sejak era Soekarno. Ketika Soekarno wafat ia meninggalkan warisan utang sebesar USD 6,3 miliar. Era Soeharto, selama 32 tahun berkuasa, menggali hutang sebesar USD 68,7 miliar. Era Habibie, sebesar USD 63,5 Miliar sebagai konsekwensi penyelesaian BLBI era Soeharto. Habibie jatuh digantikan oleh Gus Dur. Kita engga bisa lagi berutang. Engga ada yang mau kasih pinjam. Megawati utang sebesar USD 17,4 Miliar. SBY berkuasa selama 10 tahun telah melakukan utang baru mencapai USD 136,6 miliar.

Lantas apa bedanya Jokowi dengan Presiden sebelumnya ? Saya katakan bahwa dari awal Jokowi memang tidak mau berutang. Tetapi mengapa sampai sekarang berutang? kejarnya lagi. Saya jelaskan bahwa kalau berutang menurut kamu orang awam mungkin tidak lagi. Tetapi kalau berutang menurut saya yang pengusaha , ya benar. Apa bedanya. ? Kalau orang awam berhutang karena kebutuhan primer seperti beli rumah, beli beras, beli motor. Tetapi bagi pengusaha berutang itu bukan untuk keperluan primer. Tetapi untuk keperluan sekunder. Seperti untuk kegiatan investasi yang akan menghasilkan penerimaan untuk membayar kebutuhan sekunder.

Karena sumber dana berbeda antara utang untuk keperluan primer dengan sekunder maka cara minjamnya pun berbeda. Kalau pinjam uang untuk keperluang primer, kreditur hanya focus kepada apa jaminannya. Di era Soeharto kita menggadaikan sumber daya alam dengan izin investasi yang menguntungkan asing. Seperti Izin Tambang Freeport, Newmont, Blok Minyak. Kurang itu? masih ada lagi. Kita mengizinkan hutan ditebang agar negara kreditur mendapatkan bahan baku untuk pabrik kertas. Agar orang jepang , Eropa bisa menikmati rumah mewah dengan ornamen kayu tropik. Ya tak ubahnya dengan kalau kita pinjam uang ke bank atau kepegadaian untuk konsumsi. Collateral kita dikuasai keuat oleh mereka.

Kalau berutang untuk keperluan sekunder seperti halnya untuk investasi maka sumber dananya adalah dana investasi. Cara pinjem juga engga gampang. Mereka harus pastikan secara bisnis kamu bisa bayar. Semua aspek di kaji mereka. Kalau semua aspek terpenuhi, merekapun harus pastikan kamu punya krediblitas dan trust dalam mengelola utang. Mereka berpengalaman memberikan utang. Jadi engga mungkin orang bego bisa begoin mereka. Mengapa ? Kalau kamu gagal , pemilik uang engga pegang collateral kecuali akad saja. Jadi benar benar business as usual. Engga gampang. Itulah jenis utang yang dilakukan oleh Jokowi.

Tetapi mengapa utang era Jokowi bertambah ? Penambahan engga significant. Di bandingkan dengan kemampuan Jokowi membayar warisan utang. Ingat loh. Setiap tahun Jokowi harus bayar utang sebesar Rp. 400 triliun. Itu beban masa lalu yang harus jokowi bayar. Dari mana Jokowi bayar sementara dia mewarisi APBN yang defisit. Bahkan defisit primer. Artinya penerimaan negatif setelah dikurangi belanja. Engga ada tersisa untuk bayar utang. ya melalui kebijakan penghematan APBN. Restruktur ekonomi dan fiskal lewat reformasi APBN dan Pajak. BUMN disehatkan lewat program revaluasi asset dan PMN. Apa tujuannya?. Agar secara bisnis layak mendapatkan pinjaman dari sumber dana sekunder. Kalau engga, mana ada investor mau kasih pinjam. Kan investor engga bego.

Jadi harus dipahami. Bahwa utang yang dilakukan oleh Jokowi sekarang bukan utang untuk kebutuhan primer. Bukan untuk konsumsi. Tetapi untuk kebutuhan sekunder. Yang orientasinya adalah investasi yang bisa menghasilkan kemampuan negara membayar utang rente masa lalu akibat kebodohan yang pernah kita lakukan. Salah ? Sebagai anak bangsa, itulah yang harus kita hormati akan sikap Jokowi. Dia tidak mengutuk masa lalu tetapi menjadikan itu sebagai pelajaran untuk hari esok lebih baik. Tentu dengan cara cara terhormat. Utang lama dibayar dan selanjutnya menjadi mitra yang sejajar dengan investor. Bagi untung juga bagi rugi. Semua investor sadar itu. Maka jadilah indonesia sebagai boutique investment. Money follow program. Uang mengikuti kemana langkah di ayun. Tentu ongkos yang dibayar adalah kita semua harus kerja keras. Hidup sederhana. Paham ya sayang.
"Eh babo suka saya ya."
" Duh baper lagi. Udahan ya.."

Sumber : DDB
Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post